Pengaruh Program Diabetes Self Management Education Berbasis Keluarga terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Puskesmas II Baturraden

Eva Rahayu, Ridlwan Kamaluddin, Made Sumarwati

Abstract


Diabetes  Melitus  (DM)  adalah  salah  satu  penyakit  kronik  yang  memerlukan penanganan serius melibatkan penderita dan keluarga dalam penatalaksanaan perawatan mandiri,  salah satunya melalui pendekatan Diabetes Self Management Education (DSME). DSME adalah proses untuk memfasilitasi ilmu pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dalam perawatan mandiri diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh DSME berbasis keluarga terhadap kualitas hidup penderita DM tipe II di Puskesmas 2 Baturraden. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen pada 18 sampel penelitian dengan teknik purposive sampling. Diabetes Self Management Education dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan selama 3 bulan. Analisis data menggunakan uji t  berpasangan (pair t test) dengan CI 95 %. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,000 (p < α; α = 0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan antara program Diabetes Self Management Education berbasis keluarga terhadap kualitas hidup penderita DM. Perawat dapat melakukan DSME sebagai pendekatan dalam meningkatkan self care diabetes sehingga kualitas hidup mereka dapat ditingkatkan.

 


Keywords


subject3

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Ariyanti, M. (2012). Peningkatan self empowerment penderita

Diabetes Mellitus tipe 2 dengan pendekatan diabetes self management education (DSME) di Puskesmas Kebonsari Surabaya. Diunduh Tanggal 12 Maret 2014 dari http://www.unair.jornals.com

Carod-Artal, F.J., & Egido, J.A., (2009). Quality of life after stroke: the importance of a good recovery. Cerebrovascular Diseases, 27 (suppl 1), 204-214.doi: 10.1159/000200461.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. 2012. Profil kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2012.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. 2012. Profil kesehatan kabupaten Banyumas tahun 2012.

Friedman, Marlyn M. (2003). Keperawatan keluarga. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Funnel, M., Anderson, R. (2005). Patient empowerment: Reflections on the challenge of fostering the adoption of a new paradigm. http://www.hphconferences.org/archive/vienna07/htm/plenaryabstracts/PatietEmpower ment.pdf. Tanggal 23 Maret 2012.

Glasgow, R. and Anderson, R. (1999). Moving for compliance to adherence is not enough: Something entirely different is need. Diabetes Care, 22: 403-408. http://care.diabetesjournals.o rg/content/22/12/2090.full.p df+html.

Glazier, Bajcar, Kennie and Wilson. (2006). A systematic review of intervention to improve diabetes care in sicially disanvantaged population. Proquest Medical Library. 29 (7).1675-1688.

Grossman, S.C. & Porth, C.M. (2014). Porth’s pathophysiology. Philadelphia: Lippincott William & Wilkins.

Intenasional Diabetes Federation. (2011). Diabetes evidence demands real action from the un summit on non- communicable diseases. Retrieved Juni 24, 2014, from http://www.idf.org/diabetes- evidence-demands-real-action-from-the-un-summit- on-non-communicable- diseases

Jack, L., Liburd, L., Spencer, T& Airhihenbuwa, C.O. (2004). Understanding the environmental issues in diabetes self -management education research: a re examination of 8 studies in community-based settings. Annal of Internal Medicine Journal 140,964-971. http://annals.org

Laili, Dewi, & Widyawati. (2012). Edukasi dengan pendekatan prinsip diabetes self management education (DSME) meningkatkan perilaku kepatuhan diet pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Skripsi tidak dipublikasikan. Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya.

Lukman, A. (2010). Pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap pengelolaan Diabetes Mandiri pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pacarkeling Surabaya. Skripsi tidak dipublikasikan. Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya.

Sicree R, Shaw J, Zimmet P. (2009) The global burden. IDF Diabetes Atlas; 4th ed;

Stanford Patient Education Research Center (2013). Sample questionnaire diabetes. Palo Alto CA 94304. http://patienteducation.stan ford.edu.self- management@stanford.edu diakses tanggal 12 April 2013

Tyas, M.D.C. (2008). Hubungan perawatan diri dan persepsi sakit dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 dalam konteks keperawatan di Kota Blitar. Skripsi tidak dipublikasikan.

World Health Organization. (1996).WHOQOL-BREF: introduction, administration, scoring and generic version of the assessment. Field trial version. Programme on mental health. Geneva: World Health Organization.

.

WHO. (1997). WHOQOL, measuring quality of life. Programme on mental health. Division on mental health and prevention of substance abuse. Geneva: World Health Organization.

Pencegahan diabetes melitus. Laporan Kelompok Studi WHO. Suyono, J. (editor). Arisman (alih bahasa). Jakarta: Hipokrates.

Wild, S., Roglic,G., Green, A., Sicree, R & King, H. 2004. Global Prevalence of Diabetes Estimates for the Year 2000 and Projections for 2030. Diabetes care 27:1047–1053.

Wiyono. (2004). Pencegahan DM tipe 2 sebagai usaha menghambat peningkatan prevalensinya. Pidato pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.20884/1.jks.2014.9.3.611

Refbacks

  • There are currently no refbacks.