Hubungan Pola Makan dan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia Remaja Putri

Baiq Nurlaily Utami, Surjani, Eko Mardiyaningsih

Abstract


Anemia pada remaja putri  ditandai oleh beberapa hal antara lain  lesu, lemah, letih, lelah dan lalai (5L), sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang. Faktor-faktor yang berkaitan dengan anemia pada remaja putri diantaranya diet dan pola menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan diet dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Ma’Arif Nyatnyono Kabupaten Semarang. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di MTs Ma’Arif Nyatnyono Kabupaten Semarang. Sejumlahl 70 siswa perempuan dipilih sebagai responden secara acak. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hubungan diuji dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pola makan dan kejadian anemia diperoleh OR 5,400 (p 0,002), pola menstruasi dengan kejadian anemia OR 5,769 (p 0,002). Disimpulkan bahwa baik pola makan maupun pola menstruasi berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Ma’Arif Nyatnyono Kabupaten Semarang. Diharapkan MTs Ma’Arif Nyatnyono Kabupaten Semarang lebih memperhatikan kejadian anemia pada siswinya agar tidak mengganggu prestasi dan menghambat tujuan pendidikan. 

 


Keywords


pola makan; pola menstruasi; anemia

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2012). Peran gizi dalam status kehidupan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Affandi, B. (1990). Gangguan haid pada remaja dan dewasa. Jakarta: FKUI.

Agus. (2006). Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Arisman. (2004). Gizi dalam daur kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta: Buku. Kedokteran EGC.

Arumsari, E. (2008). Faktor resiko anemia pada remaja putri peserta Program Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Gizi Besi (PPAGB) di Kota Bekasi. Bogor: Skripsi IPB.

Bakta, I. M. (2006). Hematologi klinik ringkas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Djariyanto. (2008). Hubungan antara lama menstruasi dan kadar Hemoglobin pada remaja putri SMA Negeri 2 Sukoharjo. UMS. Skripsi. Tidak dipublikasikan.

Dyah, P. A. A. (2011). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status Anemia Gizi Besi pada siswi SMU di wilayah DKI Jakarta. Poltekkes Jakarta II. Skripsi.

Fauziah, D. (2012). Hubungan antara pola menstruasi dan konsumsi zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Informatika Ciamis. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Skripsi. Tidak dipublikasikan.

Hapzah & Yulita, R. (2012). Hubungan tingkat pengetahuan dan status gizi terhadap kejadian anemia remaja putrid pada siswi kelas III di SMA N 1 Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Media Gizi Pangan. 13 (1).

Harper. (2006). Pangan gizi dan pertanian. Jakarta: UI Press.

Jalal, F. (2002). Risalah widyakarya pangan dan gizi (396-408). Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Manuaba, I. A. C., Manuaba, I. B.G.F., Manuaba, I.B.G. (2009). Memahami kesehatan reproduksi wanita. Jakarta: EGC.

Mulyawati, Y. (2003). Perbandingan efek suplementasi tablet tambah darah dengan dan tanpa Vitamin C terhadap kadar Hemoglobin pada pekerja wanita di perusahaan plywood. Jakarta: Universitas Indonesia.

Permaesih, D., & Sudiman, H. (2005). Faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada remaja. Buletin Penelitian Kesehatan. Vol 33, No 4, Hal 162-171.

Sediaoetomo, A.D. (2002). Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi di Indonesia. Jakarta: Penerbit Dian Rakyat.

Verawaty, S.N. (2011). Merawat dan Menjaga Kesehatan Seksual Wanita. Bandung: Grafindo.

Weekes, C. (2008). Mengatasi stres, diterjemahkan oleh Soemanto. B. N., Jakarta: Penerbit Arcan.

Wiknjosastro, H. (2002). Ilmu kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka-Sarwono Prawirohardjo.

Yosep, I. (2007). Keperawatan jiwa. Bandung: Refika Aditama.




DOI: http://dx.doi.org/10.20884/1.jks.2015.10.2.604

Refbacks

  • There are currently no refbacks.